A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 126

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 138

Tarian Alei Meunari

Sejarah Tarian Alei Meunari

Rabu, 06 Mei 2015 15:43:11 kecwoybar

SEUJARAH  

TARIAN  ALEI MEUNARI

 

            Tarian Alei pertama bangkit pada tahun 1623, pada zaman tersebut kronis masyarakat kalangan kaum muda dan tua tradisi budaya yang  berkembang adalah piasan rakyat yaitu judi dan sabung ayam.

                Perkembangan tradisi tersebut makin hari makin meluas sehingga membuat fenomena alam yang berubah yang menjadi huru-hara dikalangan masyarakat, dengan kata lain diskriminasi sosial akibat terjadinya pencurian, hilang harta benda yang tidak pernah surut.

                Dikalangan gampong karak dengan kedatangan tujuh orang raja dengan kata lain Raja Tujoeh yang pernah singgah di gampong karak antara lain:

  1. Raja Umpeing Besoe
  2. Raja Bulu kabat
  3. Nenek Taga Bumi
  4. Raja Sunsang Bulu
  5. Raja Meuredom Sakti
  6. Raja gagak
  7. Raja Bungsu

Ketujuh orang raja itu membawa perubahan pesat dengan menampilkan sebuah tarian rakyat dengan gaya yang sangat mengagumkan pada tahun 1623 di lembah krueng Woyla yang bertempat di lokasi sarah drien boeh iteek Gampong Karak Kecamatan Samatiga dibawah pimpinan seorang wedana.

            Tarian Alee berasal dari dua kata, tari dan Alei. Tari adalah lenggang lenggok yang dilakukan oleh setiap pemain, sedangkan Alei adalah sebatang pohon kayu yang sering disebut bak tampu yang telah kering dengan ukuran 3 depa dan besarnya sebesar paha orang dewasa yang mengandung tenaga refleks atau gerakan tarikat tubuh yang didasari pusaka namblah yaitu ie, apuy, angen, tanoh, darah, gapah, utak, minyak, di, wadi, mani, manikam, daging, kulit, tulang, bulu.

            Dari pince inankeh jet kesaboeh kekuasaan Allah, megrak sesuatu dengan grak Allah, hudep sesuatu dengan hayat Allah.

Dari sejak kebangkitan tarian Alei masyarakat telah mengenal budaya yang sangat luar biasa, sebagian pendapat tarian Alei masuk ke Aceh pada abat ke 14 berasal dari negeri Persia.Cerita ini dikutip dari seorang baca hikayat prang sabi yang nan gopnyan Alm Teuku Ali Mise Got (Chik Koek) dan Tokee Suh sebagai anggota pemain pada masa itu dan beliau meninggal pada tahun 1994 dengan usia 124 tahun.

Pada tahun 1922 seorang yang membangkitkan kembali tarian Alei yang bernama Pang Balang bersama temannya Apa Musee (Pawang Rimueng) yang berkedudukan di Meulaboh kemudian diwariskan kepada yahwa Hasan juga dikembangkan di karak bersama Abu Syamah di sebuah pesta perkawinan keluarga almarhum Geuchik Raden yaitu Nek Teuku pang bintang pada tahun 1950. Kemudian ditampilkan yang kedua di gampong Lueng Baro dan Alue sundak dalam pesta rakyat menyambut kedatangan Wedana yang merupakan pimpinan wilayah pada masa itu.

Warisan penarian Alei ini diteruskan kembali kepada adiknya yang berkedudukan di gampong Alue Batee kecamatan Arongan Lambalek yang sampai saat sekarang masih dilestarikan.

Atas sejarah yang masih tersimpan dan tarian yang masih bergerak dikaji dan dikembangkan kembali dengan penuh rasa kebersamaan atas kerja sama yang baik dalam melestarikan tarian tersebut, bersama saudara Bapak Karim dan Bapak Juaini juga aparat gampong Alue Batee dengan harapan tarian ini di kembangkan kembali agar supaya tarian ini jangan sampai hilang. Dan dengan dukungan sepenuhnya oleh Camat woyla Barat Bapak Desrizal Eddi S.Sos.



Prestasi

Mitra Kerja

Internal

Profil Pegawai